Gujana, singkatan dari Gulma Jadi Busana, terinspirasi oleh budaya Matun yang berasal dari suku Jawa. Dalam bahasa Indonesia, Matun berarti membersihkan rumput dan gulma di kebun atau sawah yang ditanami tanaman pangan. Filosofi ini mencerminkan kedekatan masyarakat dengan alam, di mana aktivitas bercocok tanam dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak lingkungan.
Budaya Matun adalah teknik pengendalian gulma tanpa menggunakan herbisida, yang biasanya berdampak negatif pada ekosistem. Dengan tidak memakai herbisida, metode ini membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan mendukung keberlanjutan alam. Gujana terinspirasi oleh nilai-nilai ini, merancang koleksi yang tetap selaras dengan alam, menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan mendukung pelestarian alam.
Koleksi Gujana juga menggabungkan Batik Warna Alami khas Banyuwangi dengan pola unik melalui teknik ecoprint. Teknik ini menggunakan tanaman yang sering dianggap sebagai gulma, seperti jelatang, daun jintan, kembang sepatu, daun beluntas, dan lainnya. Melalui metode pukul, motif-motif alami tercipta di atas kain, memberikan kesan organik dan alami yang tak hanya indah, tapi juga menggambarkan hubungan yang harmonis antara manusia dan lingkungan.
Bahan yang digunakan pada koleksi ini adalah kain yang dibuat dari pulp kayu organik. Bahan baku utama untuk benang dan kain berasal dari kayu yang diambil dari hutan industri bersertifikat, sehingga terjamin kelestariannya. Pemilihan kain ini memperlihatkan komitmen Gujana terhadap pemanfaatan sumber daya terbarukan.
Selain itu, proses produksi Gujana semakin ramah lingkungan dengan penggunaan mesin jahit yang digerakkan oleh panel surya. Dengan energi terbarukan ini, produksi Gujana menghasilkan emisi yang lebih rendah, mendukung mode yang lebih hijau dan berkelanjutan.

